INILAH ALASANNYA KENAPA KAMU PERLU HINDARI DIET DETOX ATAU PRODUK DETOX

INILAH ALASANNYA KENAPA KAMU PERLU HINDARI DIET DETOX ATAU PRODUK DETOX

Sebagaimana kita tahu, sekarang ini banyak banget jenis-jenis diet yang tersebar. Mulai dari yang namanya diet GM, diet Mayo, atau diet yang dinamakan berdasarkan si praktisinya, misalnya diet ala nganu, diet ala yu djum, atau diet ala astuti.

 

Dan, saat ini sedang booming yang namanya DIET DETOX. Diet apalagi tuh? (Jujur, Saya mah nunggu ada yang nyebarin diet Instagram, boleh makan apa saja kecuali teman)

 

Ketika Saya mendengar namanya dan protokol yang harus dilakukan, alarm diet Saya langsung berbunyi. Sepertinya Saya harus tahu soal ini.

 

Detektif Diet Mode = ON

 

Sebelum Kamu paham kenapa Kamu tidak perlu mengkiuti diet detox, jus detox, atau produk detox, mari kita bahas perlahan. Kita mulai dari :

 

 

Jujur saja, Saya agak sulit mencari referensi soal diet ini, karena tidak banyak sumber yang kredibel atau mumpuni. Mungkin karena memang tidak ada dasar sainnya.  Sebenarnya, dengan kurangnya sumber kredibel, alarm diet kita (kalau memang sudah terkalibrasi) harusnya mulai berbunyi.

 

Tapi lepas dari itu, dari hasil pencarian dan melihat para praktisinya, Saya simpulkan bahwa diet detox adalah diet yang berfungsi sebagai detoksifikasi (katanya).

 

Biasanya diet detox mempunyai protokol tertentu, misalnya:

  1. Makan makanan tertentu, biasanya buah atau sayur. Contohnya diet detox dengan semangka.
  2. Minum Teh Detox
  3. Spesial Jus, bahkan beberapa ada paketan khusus jus detox selama 1 minggu misalnya.
  4. Konsumsi pil-pil tertentu
  5. Dan protokol-protokol lain

 

Selain detoksifikasi, diet detox juga banyak digemari karena bisa membantu Kamu untuk turun berat badan (katanya). Bahkan dengan cepat dan mudah! itu kan yang Kamu mau? Hayo ngaku… 😉

 

Itulah alasan kenapa diet ini sangat viral dan banyak penggemarnya. Lalu, apakah memang diet detox benar-benar bisa sebagai detoksifikasi dan menurunkan berat badan? (Pake gaya pembawa acara silet…)

 

Sebelum, Kamu tahu kenyataan sebenarnya soal diet detox, mari kita pahami apa itu detoksifikasi.

OKE, APA MEMANG DETOKSIFIKASI ITU?

 

Sabar, tak minum dulu.

Oke sampai mana kita tadi? Oh iya detoksifikasi. Apa itu detoksifikasi?

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran zat-zat toksin.

Harvard, juga menambahkan kalau detoksifikasi itu bisa juga sebuah prosedur medis menghindarkan tubuh dari bahaya, bahkan yang bisa merenggut nyawa, seperti kecanduan alcohol, obat-obatan, atau racun. Pasien yang menjalani detoksifikasi biasanya dirawat di rumah sakit atau klinik. Pengobatan umummnya melibatkan penggunaan obat-obatan dan terapi lain sebagai kombinasi, tergantung tipe dan keparahan racun.

 

LALU, APAKAH TOXIN ITU?

Secara definisi, toxin adalah molekul kecil, peptide, atau jenis protein yang bisa menyebabkan penyakit atau berbahaya jika kontak atau diserap oleh tubuh.

 

Ketika membahas toxin dalam lingkup nutrisi, kita tidak bisa menghilangkan toksin. Kenapa?  Karena pada tingkat tertentu, semua yang kita makan itu toksin. Bukan cuma soal gula, bahkan sayuran dan buah-buahan bisa membahayakan jika dikonsumsi berlebihan.

Misalnya:

  • Vitamin A, kalau kebanyakan bisa menyebabkan sakit kepala dan anoreksia. Tapi dengan jumlah yang tepat, mata Kamu jadi sehat kan?
  • Vitamin B, kalau kebanyakan bisa mengganggu kerja syaraf dan liver. Tapi kalau jumlahnya tepat, membantu kita untuk memproses energy dari makanan.

 

Bahkan air bisa membunuh Kamu kalau kebanyakan. Masih ingat kan tulisan Saya tentang orang yang mati karena minum air? Memang beberapa jenis ada yang memang benar-benar berbahaya, misalnya tembakau pada rokok.

 

Jadi, Sebenarnya, mempelajari toxin itu sangat kompleks. Tidak sesederhana yang kita pikirkan. Menamakan sesuatu toksin atau bukan toksin terlalu menyederhanakan. Karena konteks dan dosis juga perlu diperhatikan. Tak peduli itu natural ataupun sintetis, bisa punya tingkat bahaya.

 

 

TAHUKAH KAMU, KALAU TUBUH BISA DETOKSIFIKASI SECARA MANDIRI?

 

 

Tahukah Kamu kalau sebenarnya tubuh kita punya sistem detoksifikasi sendiri? Yup! Mungkin Kamu ingat ketika sekolah dulu, ita diajarkan bahwa tubuh kita punya organ dan sistem detoksifikasi sendiri, seperti:

  1. Paru-paru
  2. Sistem pernafasan
  3. Sistem limfatik
  4. Kulit
  5. Hati
  6. Ginjal
  7. Pencernaan

 

Sistem ini, menghancurkan toxin menjadi bentuk lain yang kita buang melalui toilet, keringat, atau nafas. Ini artinya, detoksifikasi itu bukan terjadi karena kita melakukan diet detox, melainkan karena kerja dari sistem organ kita.

 

Supaya Kamu mudah paham, bayangkan diluar sedang hujan dan Kamu sedang di dalam sebuah ruangan yang anti bocor yang bisa menahan hujan sebesar apapun. Tapi di dalam, Kamu malah sibuk mencari penutup kepala. Ngapain coba… -_-“

 

Nah, sama juga dengan detoksifikasi. Kita sebagai manusia diciptakan Allah dengan sempurna, termasuk dengan sistem detoksifikasi tubuh. Artinya, Kamu melakukan atau tidak melakukan diet detox, tubuh kita sebenarnya selalu dalam kondisi detoksifikasi, setiap hari, 24 jam, 365 hari (366 kalau tahunk abisat) tanpa harus Kamu suruh bahkan tanpa Kamu sadari.

 

Organ-organ Kamu itu tidak perlu dibersihkan, karena mereka punya mekanisme pembersihan diri. Organ Kamu itu tidak seperti got yang mampet karena sampah. Mereka punya proses yang kompleks yang menetralisir dan membuang sisa zat beracun.

 

Jadi sebenarnya, melakukan diet detox hanyalah buang-buang waktu, energi, dan biaya.

APAKAH DIET DETOX BISA MENGHILANGKAN LEMAK? TERNYATA INI FAKTANYA!

Di awal, Saya menjelaskan bahwa beberapa orang melakukan diet detox karena ingin menurunkan berat badan (berat badan lho ya). Apakah bisa? Sebenarnya memang bisa…

Tapi…

Apa yang hilang kebanyakan, bahkan mungkin semuanya, bukan lemak, melainkan kadar air, glikogen, atau bahkan otot kita. Kenyataanya, berat badannya bisa kembali lagi hanya dalam beberapa jam saja (kadar air bisa naik dan turun 2 kg dalam sehari). Nyesek kan? Mungkin bisa saja lemaknya turun, tapi bisa jadi sedikit atau selain lemak yang hilang, Kamu juga bisa kehilangan massa otot, dan itu sesuatu yang seharusnya tidak terjadi sama Kamu.

 

Kalau Kamu yang sudah baca artikel saya yang judulnya “ditipu timbangan”, Kamu mesti sudah paham apa bedanya turun berat badan dan turun lemak. (Kalau Kamu belum baca dan belum tahu kalau Kamu bisa ditipu timbangan, Kamu bisa baca di sini)

 

Karena, tidak setiap turun berat badan itu berarti Kamu kehilangan lemak. Belum tentu. Apalagi kalau hilangnya dalam waktu singkat. Makannya Kamu harus pahami dulu soal timbangan.

 

 

Supaya Kamu jauh lebih paham, Saya kasih tahu sesuatu. Ada sebuah studi tentang 10 hari penurunan berat badan dengan 3 metodi diet. Diet pertama adalah tidak makan, diet kedua mengandung energi 3200 kj tanpa karbohidrat, dan diet ketiga mengandung energi sebanyak 3200 kj dari makanan campuran dan mengandung karbohdirat.

 

Hasilnya?

 

Grup yang pertama, yang tidak makan, kehilangan 7,5 kg berat badan. Lemak yang hilang  hanya sebanyak 2,4 kg atau hanya 22 % saja. Jadi sebanyak 78 % penurunannya  ada di penurunan kadar air, otot, dan glikogen. Grup kedua kehilangan 4.7 kg dan grup ketiga kehilangan 2.8 kg berat badan. Berat lemak yang hilang dari kedua grup tersebut adalah 1,7 kg. grup kedua, lemak yang hilang hanya 32 % dari total penurunan berat badan. Sedangkan grup ketiga berat lemak yang hilang adalah 61 % dari total penurunan berat badan.

 

Inilah alasan kenapa Kamu wajib banget membedakan antara turun berat badan dengan turun lemak. Tentunya, Saya menyarankan dan mengharapkan skenario kalau lemaknya turun tapi massa ototnya tetap atau hanya berkurang sedikit.

 

 

Dari gambaran di atas, kita jadi paham kenapa diet abal-abal, seperti diet detox, diet GM, dan diet Mayo 13 hari bisa turun dengan cepat. Ini karena yang kalori yang masuk ke tubuh Kamu itu sangat sedikit.

 

Bayangkan, 125 gr es krim cokelat itu 300 kalori. Sedangkan, pada semangka 300 kalori itu sebanyak 1,5 kg! Ketika melakukan diet detox, Kamu mungkin hanya makan beberapa sayuran dan buah-buahan saja. Wajar saja turun berat badan banyak. Tapi apakah sehat? Tentu tidak!

 

Kenapa?

 

Tubuh Kamu tidak dapat nutrisi yang cukup. Biasanya pada diet detox, sedikit, atau seringnya tidak ada asupan protein. Padahal, organ detox Kamu butuh protein untuk hidup (protein fungsinya sebagai pembangun sel-sel tubuh). Niatnya detox malah ngerusak sistem detox tubuh kita deh…

 

Makannya jangan tergiur turun berat badan cepat. Niatnya sehat malah sekarat.

BAGAIMANA DENGAN PRODUK DETOX?

Untuk mengawali bahasan ini, Saya ingin mengutip perkataan Edzar Ernest, Professor dari Exeter University, yang mengatakan pada the guardian:

 

“Ada 2 jenis detox. Yang satu adalah terhormat dan yang satu tidak. Yang terhormat adalah perawatan medis orang-orang dengan kecanduan obat yang mengancam kehidupan. Yang lainnya adalah kata yang dibajak oleh pengusaha, dukun, dan penipu untuk menjoal pengobatan palsu yang diduga mendetoksifikasi racun tubuh Anda.”

 

Ada kasus yang bikin Saya kaget yang dicontohkan Profesor Ernest. Yaitu detox dengan sebuah bantalan tipis yang dipakai di kaki. Bantalan ini dipakai semalaman hingga pagi dan disinyalir bisa menyedot toxin lewat kaki. Tandanya, bantalannya berubah warna menjadi cokelat.

 

Padahal kenyatannya, warna cokelat itu bukan toksin tubuh, tapi hanya reaksi kimia ketika bantalan itu bertemu dengan keringat  (kayak Kamu ngelakuin ini). Wow! Kaget kan? (Mungkin Kamu juga pernah tahu atau bahkan pernah pakai produknya)

 

Menurut professor Ernest, ini adalah sebuah skandal dan eksploitasi kriminal.

 

Inilah bahayanya ketika Kamu punya mindset “ingin cepat” atau “ingin gampang”.

 

“Oh gitu ya. Lalu, bagaimana dengan jus detox yang programnya mulai dari 3 hari sampai beberapa hari captain?

 

Saya membaca 5 pendapat ahli soal jus detox. Kamu bisa baca di sini.

 

Kesimpulannya adalah para ahli tersebut tidak menyarankan Kamu untuk melakukan detox dengan jus. Alasannya adalah karena tubuh kita sudah punya sistem detoksifikasi sendiri, jadi minum atau tidak, badanmu sudah melakukan detoksifikasi.  Tidak ada studi yang menyatakan bahwa jus detox punya manfaat. Mereka bahkan mengemukakan bahwa Kamu lebih baik makan buah asli ketimbang dalam bentuk jus.

 

Artinya, sama saja. Tidak disarankan, bahkan perlu dihindari.

 

Jadi produk-produk seperti ini sebenarnya bukan menghilangkan toksin, tetapi menghilangkan isi dompet Kamu. Soalnya biasanya memang mahal kan? Bahkan kalau cerita Ryan Andrews, untuk 3 hari jus sebanyak 12 botol, dia menghabiskan $ 180. Bukan detoksifikasi tapi malah deuangisasi.

 

BAHAYA DIET DETOX, JUS DETOX, DAN PRODUK DETOX

  1. Sangat Rendah Kalori
  2. Kehilangan Nutrisi
  3. Gula darah yang tidak stabil
  4. Kerusakan Organ
  5. Ketidakseimbangan elektrolit
  6. Kerusakan kebiasaan makan
  7. Disfungsi Gastrointestinal
  8. Kekurangan Protein
  9. Kadar Nitrat Tinggi
  10. Kehilangan waktu dan uang

 

INI CARANYA BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA DETOX TUBUH KITA

  1. Perhatikan Jumlah Makanan
  2. Perhatikan sumber makanan
  3. Kecilkan Lemak Tubuh
  4. Minum Air yang Cukup
  5. Jangan Mager
  6. Olahraga
  7. Jangan Banyak Masukin Bahan Kimia

 

SO, WHAT’S THE POINT?

 

Saya punya Quote bagus buat Kamu soal Diet Detox yang disampaikan oleh Laurent Bannock:

“Berpikir untuk melakukan diet detox? Mungkin lebih baik Anda donasikan hati dan ginjal Anda kepada orang yang tahu cara menggunakannya.”

-Laurent Bannock, Nutritionist-

Plak! Saya kerasa ditampar banget sama quote ini. Tiba-tiba ginjal sama hati langsung tukeran. Jleb banget! Hahahaha…. 😀

Diet detox memang kedengarannya sangat keren dan sehat. Siapa sih yang nggak bahagia ketia mendengar bahwa Kamu bisa bersihin badan Kamu dengan diet atau pakai produk tertentu? Bahkan Saya juga dulu ngedengernya seneng banget.

 

Tapi kalau Kamu berpikir bahwa diet tertentu atau makanan tertentu bisa menghilangkan toksin seperti sabun cuci piring menghilangkan lemak, Kamu terlalu menyederhanakan atau bahkan meremehkan tubuh Kamu.

 

Karena sebenarnya,  tubuh kita sudah punya sistem detoksifikasi sendiri tanpa harus detoksifikasi dari luar (kecuali masalah medis). Coba Kamu pernah nggak liat orang yang kena gangguan ginjal atau gagal ginjal? Mereka harus cuci darah kan? Bisa nggak kira-kira sistem detoksifikasinya diganti sama diet detox? Keburu lewat deh…

 

Jadi, mengikuti protokol detox itu tidak perlu, buang-buang waktu, buang-buang energy, dan buang-buang uang.

Kedengarannya Saya seperti memusuhi buah dan sayur ya?

Tentu saja tidak! 100 % Tidak!

 

Justru Saya sangat-sangat menyarankan Kamu makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Tapi, itu saja nggak cukup. Ilustrasinya begini. Bayangkan ada orang ngaji terus setiap hari. Tapi dia nggak peduli sama orang lain, nggak mau sedekah, nggak shalat, dan nggak mau membantu sesamanya. Kira-kira cukup nggak? Tentu tidak, iya kan?!

 

Sama, makan sayur dan buah itu bagus. Tapi pastikan Kamu juga dapat asupan makronutrien (protein, lemak, dan karbohidrat) yang cukup. Karena itu yang membantu Kamu tetap hidup dan tetap sehat.

 

Jadi, Kamu tidak perlu melakukan diet detox sama sekali. Case Closed. Titik!

 

Kalau mau sistem detoksifikasimu tetap bagus, cukup jaga organ dan tubuhmu dengan membiasakan gaya hidup sehat. Itu saja.

 

DISCLAIMER

Oke, Kamu juga perlu membaca ini. Sejak awal, DNA Moveet adalah Ilmu sebelum Amal. Jadi sebelum melakukan sesuatu aktivitas, kita harus punya dasar ilmunya yang tepat dulu. Itulah kenapa artikel Saya selalu menyertakan bukti-bukti, sains, pendapat ahli, dan lain-lain supaya kita terbiasa dengan konsep ilmu sebelum amal, tidak asal ikut-ikutan aja.

 

Kita mendorong masyarakat untuk menjadi lebih cerdas.  Target Pembaca Saya adalah orang-orang yang open minded, smart, dan selalu kepo. Saya tidak menyebutkan bahwa Saya paling benar. Tidak sama sekali. Tapi Saya menyajikan sudut pandang yang lebih luas dan membantu Kamu mendapatkan referensi sebanyak mungkin dan seberkualitas mungkin.

 

Saya tahu, akan ada yang tidak setuju atau bahkan tidak senang dengan tulisan ini (seperti sebelumnya ketika Saya membahas kebohongan Diet GM & Diet Mayo). Mungkin, ketika Kamu SHARE tulisan ini, banyak juga yang tidak suka sama Kamu. It’s okay, tidak masalah. Tidak semua orang harus setuju.

 

Intinya, Saya tidak memusuhi para dieters/pelaku diet, penjual diet,  atau memusuhi diet-diet tertentu. Yang Saya musuhi adalah kebohongan dan kebodohan, itu saja.

 

INI NIH REFERENSINYA…

Cari Nierenberg. 2014. 4 Myths About Juice Cleansing. Live Science
Cari Nierenberg. 2014. 6 Potential Dangers of Juice Cleanse and Liquids Diets. Live Science
Cari Nierenberg. 2014. Juice Cleanses: Separating Facts from Fiction. Live Science
Christy Haarrison. 2016. Why Detox Diet and Cleanses  Always Fail. Refinery 29
Composition of weight lost during short-term weight reduction. Metabolic responses of obese subjects to starvation and low-calorie ketogenic and nonketogenic diets. M U Yang and T B Van Itallie, J Clin Invest. 1976 September; 58(3): 722–730.
Dara Mohammadi. 2014. You Can’t Detox Your Body It’s a Myth. So How Do you Get Healthy?. The Guardian
D. J Farrel, L Bower.  2003. Fatal Water Intoxication. J Clin Pathol. 2003 Oct; 56(10): 803–804.
Elizabeth Palermo. Detox Diet & Cleansing:  Fact & Fallacies.  Live Science
Glycogen storage: illusions of easy weight loss, excessive weight regain, and distortions in estimates of body composition. S N Kreitzman, A Y Coxon, and K F Szaz, Am J Clin NutrJuly 1992vol. 56 no. 1 292S-293S
Harvard. 2008. The Dubious Practice of Detox. Harvard Medical School
Huber R, et al. Effects of one week juice fasting on lipid metabolism: a cohort study in healthy subjects. Forsch Komplementarmed Klass Naturheilkd 2003;10:7-10.
John Berrardi. Just Say No to tha Detox Diet or Juice Cleanse. Live Strong
John Berrardi. Is This The Best Diet Ever? (Probably Not). Huffington Post
Kamal Patel. 2016. Detox: An Undefined Scam. Examine
Klein AV, Kiat H. Detox diets for toxin elimination and weight management: a critical review of the evidence. Journal of Human Nutrition. 2015 Dec;28(6):675-86. doi: 10.1111/jhn.12286. Epub 2014 Dec 18. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25522674
Mellisa Valliant. 2015. Do Juice Cleanses Work? 10 Truths about the Fad. Huffington Post
Ryan Andrews. Detox Diet, Juice Cleanses: Could They be making youmore Toxic. Precision Nutrition.
Ryan Andrews. Are Detox Diet Good for You? How 3 Day Juice Cleanse Landed This Dietitian in the ER. Precision Nutrition.
Samantha Olson. The Detox Diet Is Just A Fad, With Little Proof It’s Effective; How The Industry Exploits Consumers. Medical Daily
Rubin C. The truth about juice. Cosmopolitan.
Variation in Total Body Water with Muscle Glycogen Changes in Man Karl-Erik Olsson, Bengt Saltin, Acta Physiologica Scandinavica, Volume 80, Issue 1, pages 11–18, September 1970
Waldman K. Stop Juicing. It’s Not Healthy, It’s Not Virtuous, and It Makes You Seem Like a Jerk. Slate. November 20th, 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *